Obama Mendesak Kongres Untuk Tidak Menjatuhkan Sanksi Baru Terhadap Iran

obama-300x168

Presiden Barack Obama, pada hari Kamis (15/11) mendesak anggota parlemen AS yang skeptis untuk menahan diri dari menjatuhkan sanksi lebih lanjut terhadap Iran. Ia mengatakan bahwa setiap pengurangan sanksi yang tengah dicapai melalui negosiasi akan dapat dengan mudah dicabut, dan “memberatkannya lagi” jika diplomasi gagal dalam memaksa Teheran untuk mengekang program nuklirnya.

Obama berusaha—sejauh ini dengan banyak melakukan permintaan langsung agar memungkinkan mendapatkan waktu lebih banyak untuk meneruskan kesepakatan diplomatik dengan Iran—untuk meredakan kekhawatiran di Kongres dan di antara sekutu AS, termasuk (Israel) dan Arab Saudi, yang melihat bahwa pemerintahnya banyak kalah dalam pembicaraan antara Teheran dan enam kekuatan dunia.

*** *** ***

Tidak diragukan lagi bahwa setan besar di Washington berusaha untuk memberi hadiah pada setan kecil di Teheran karena pembelaannya atas setan yang hina di Damaskus. Semua ini menunjukkan dengan jelas  bahwa negara-negara poros perlawanan dan penentang kebijakan AS itu lebih tepat disebut dengan poros setan.

Sungguh, ini merupakan buah dari buah revolusi Syam yang diberkati, yang menyingkap bahwa aliansi perlawanan yang dipimpin oleh Iran, Basyar, Nashrullah dan al-Maliki, adalah perlawanan terhadap proyek umat yang tengah bangkit, serta menghalangi umat untuk membebaskan diri dari cengkeraman AS dan Barat, sehingga umat tetap terbelenggu oleh jerat imperialis.

Ini benar-benar aliansi poros perlawanan yang membahayakan, dimana sekarang sudah saatnya untuk dihancurkan, dan diungkap pada semua orang, agar tidak memiliki tempat lagi untuk berdiri. Bahkan ini benar-benar merupakan aliansi kekuatan faksi jahat dengan kekuatan imperialis untuk melawan umat Islam yang telah mengakar, dalam rangka mencegah umat untuk membebaskan diri dari kanker penguasa otoriter.

Gedung Putih tengah berusaha untuk merehabilitasi rezim Iran secara internasional, agar ia memiliki perlindungan terbuka untuk merealisasikan kepentingan regionalnya, setelah ia memainkan peran ini selama beberapa dekade dengan kedok sebagai negara poros penentang kebijakan AS. Ketika kedoknya itu telah terbakar dan hancur di Syam, sehingga tidak ada jalan lain bagi AS kecuali mendekat pada rezim Iran secara terbuka, terutama setelah peran kejahatannya dalam membela antek AS di Damaskus dari kejatuhannya. Itu dilakukan oleh AS agar Iran memainkan peran politik aktif dalam merealisasikan kepentingan AS di Suriah ke depan melalui proses politik yang disponsori AS, yang disebut dengan Jenewa 2.

Ingat, bahwa AS hanya melihat dengan mata kaca kepentingan imperialismenya, meskipun ada penentangan dari entitas Yahudi dan rezim keluarga Saud terhadap kedekatan AS dan Iran yang secara terbuka ini, karena masing-masing melihat dari sudut pandang yang berbeda. Namun AS menjadikan prioritas imperislismenya sebagai garis merah yang tidak membiarkan untuk dilanggarnya. Sehingga merehabilitasi Iran secara politik, benar-benar telah menjadi tangga prioritasnya saat ini.

Sungguh, adanya persaingan dan perbedaan keji oleh sebagian dengan sebagian yang lain, benar-benar sebagai kabar gembira terbaik bagi umat Islam menjelang akhir kehancuran mereka, serta terungkapnya hubungan keji antara AS dan para anteknya di poros negara-negara penentang kebijakan AS, adalah contoh terbaik terkait persaingan dan perbedaan keji mereka. Allah SWT berfirman:

لِيَمِيزَ اللهُ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَيَجْعَلَ الْخَبِيثَ بَعْضَهُ عَلَىٰ بَعْضٍ فَيَرْكُمَهُ جَمِيعًا فَيَجْعَلَهُ فِي جَهَنَّمَ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahannam. Mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Anfal [8] : 37). [Abu Basil]

Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 18/11/2013.

Print Friendly

Add This! Digg Google Yahoo! MyWeb reddit StumbleUpon Technorati

Baca juga :

  1. Obama Menjanjikan Sanksi Keras Terhadap Iran
  2. AS-Prancis Dorong Sanksi Baru untuk Iran
  3. Kongres Mendesak Obama Untuk Terus Gunakan Hak Veto Mendukung Israel
  4. Amerika dan Eropa Sepakat untuk Diterbitkannya Sanksi Baru Bagi Iran
  5. Inggris Dukung Sanksi Keuangan Baru Bagi Iran

Kapolri: Mulai Besok, Polwan Silakan Berjilbab

polwan-berjilbab-300x156

Perizinan terkait jilbab bagi polisi wanita (polwan) menemui titik terang. Setelah berbulan-bulan terkatung tanpa aturan yang tidak juga dituangkan dalam Peraturan Kapolri (Perkap), Korps Bhayangkara akhirnya memberikan keleluasaan bagi polwan untuk berhijab.

Kapolri Jenderal Sutarman, di Gedung Rupatama Mabes Polri menegaskan, berpakaian menutup aurat merupakan hak setiap manusia. Atas landasan ini, Sutarman memberikan restu kepada seluruh Polwan untuk berjilbab, tanpa perlu menunggu Perkap darinya.

“Jilbab itu hak asasi seseorang. Saya sudah sampaikan pada anggota, yang punya jilbab silakan gunakan,” ujar Sutarman di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (19/11).

Jenderal bintang empat ini mengatakan, polwan tak perlu pusing memikirkan akan adanya teguran kepada mereka bila nekat berdinas menggunakan jilbab. Ia menekankan, bagi polwan yang hendak berjilbab dapat membeli dan memilih hijabnya sendiri untuk kemudian menggunakannya saat berdinas.

Pasalnya, untuk tahun ini Polri belum dapat mengangarkan dana untuk penyediaan jilbab. Sehingga bila sampai ada dana yang tersalurkan untuk jilbab dari anggaran yang tak seharusnya tentu akan menyalahi aturan.

“Mulai besok, polwan boleh berjilbab tapi dengan catatan model dan warna yang mereka pilih harus sama dengan jilbab yang dikenakan polwan di Polda Aceh, ya,” kata Sutarman.

Seperti diketahui, polemik penggunaan jilbab belum juga menelurkan solusi. Meski Kapolri sebelumnya Jenderal Timur Pradopo mengijinkan polwan untuk berjilbab, tetapi dia belum kunjung mengeluarkan Perkap yang membuat polwan gamang.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/11/19/mwi0w5-kapolri-mulai-besok-polwan-silakan-berjilbab

Komentar: Ini merupakan angin segar di tengah polemik pelarangan hijab yang tak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di beberapa negara seperti Singapura dan Turki, yang melarang perempuan mengenakan hijab ketika bekerja di beberapa lembaga pemerintah (kehakiman, dsb). Nasib kaum muslimin, terutama perempuan akan mulia jika yang diterapkan adalah hukum Islam, hukum yang datang dari Allah pencipta manusia, yang paling tahu yang terbaik bagi manusia.

Print Friendly

Add This! Digg Google Yahoo! MyWeb reddit StumbleUpon Technorati

Baca juga :

  1. HTI Minta Kapolri Ubah Aturan Seragam Polwan Tak Boleh Berjilbab
  2. Penggunaan Jilbab Diyakini Tak Akan Pengaruhi Kinerja Polwan
  3. Ulama Dukung Polwan Berjilbab
  4. Pengadilan Norwegia Batalkan Pembolehan Berjilbab B

Kaum Muslim Rohingya Tidak Butuh Sekedar Tetesan Air Mata!

muslim-rohingya-300x225

Sekretaris Jenderal Organisasi Kerjasama Islam, Ekmeleddin Ihsanoglu mengatakan bahwa ia tidak mampu menahan tangis pada saat pertemuannya dengan anggota etnis Muslim “Rohingya” di Myanmar.

Kaum Muslim Rohingya sedang membutuhkan penolong dan pelindung. Mereka membutuhkan tentara yang akan menolongnya, yang tidak akan membiarkan mereka berada di antara gigi taring kaum musyrik Buddha. Mereka membutuhkan orang yang akan melindungi kesucian mereka, dan yang akan membalas dendam pada musuh-musuh mereka, serta orang yang akan mengembalikan kemuliaannya.

Sementara tangisan itu bisa diterima hanya dari kaum lemah yang berduka atas penderitaan yang tengah menimpa saudara-saudaranya. Sebaliknya, tangisan itu tidak diterima dari para penguasa dan politisi yang memiliki kemampuan mengubah persamaan, menolong kaum Muslim, dan membalas dendam terhadap musuh-musuh mereka. Namun, amat disayangkan, mereka tidak melakukan semua itu.

Jika tangisan dan tetesan air mata Ihsanoglu itu benar, maka ia wajib memberi semangat tentara agar pergi menolong kaum Muslim Rohingya. Ya, kita tunggu saja, apakah ia akan melakukannya?! (pal-tahrir.info, 17/11/2013).

Print Friendly

Add This! Digg Google Yahoo! MyWeb reddit StumbleUpon Technorati

Baca juga :

  1. Kaum Muslim Rohingya Dijadikan Komoditas Human Trafficking di Thailand
  2. Dunia Dikuasai Para Penguasa Dajjal Yang Buta Mata dan Hatinya Terhadap Pembantaian Jika Korbannya Kaum Muslim
  3. Aksi Solidaritas Untuk Muslim Rohingya HTI Banda Aceh: Hentikan Pembantaian dan Selamatkan Muslim Rohingya!
  4. Referendum Tidak Akan Mengubah Kondisi Kaum Muslim di Sudan Selatan
  5. Muslim Rohingya Keluar Dari Mulut Singa Masuk Mulut Buaya

Waspadai Pendangkalan Akidah di Aceh

warga-berjalan-usai-menunaikan-shalat-jumat-di-masjid-raya-_131118140943-148-300x178

Upaya mengikis aqidah Islam di masyarakat Aceh bukanlah informasi baru. Namun aktivitas pendangkalan akidah Islam di provinsi dengan kultur Islam yang kuat ini terus berjalan bahkan kian masif dari hari ke hari. Hal ini disampaikan Komite Dakwah Khusus (KDK) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ismail Yusanto.

Menurut Ismail gencarnya kasus pendangkalan aqidah masyarakat Aceh terjadi sejak kejadian gempa dan tsunami di Aceh pada 2004 silam. Dan sejak saat itu hingga sekarang aktivitas ini terus terjadi. “Pemanfaatan bencana sebagai upaya pendangkalan aqidah memang semakin marak di Indonesia,” katanya kepada Republika, Senin (18/11).

Pemanfaatan bencana inilah yang terjadi di aceh sejak 2004 hingga 2006. Saat ini, jelas dia, upaya tersebut masih ada tapi tidak secara terang-terangan seperti yang terjadi pada 2004 hingga 2006. Ismail mencontohkan, kasus yang ditemukan adalah membawa beberapa anak korban bencana gempa dan tsunami aceh ke luar wilayah, untuk kemudian di sekolahkan. “Di saat itulah terjadi pendangkalan aqidah.”

Selain memanfaatkan momentum bencana, upaya pendangkalan aqidah juga dilakukan oleh berbagai Non Governmental Organization (NGO) atau LSM asing. KDK mengungkapkan ada beberapa NGO dan LSM asing yang bekerja di Aceh sekaligus melakukan pendangkalan aqidah. Upaya pendangkalan aqidah lain dengan cara pernikahan.

Berbagai modus pendangkalan aqidah ini, kata dia, sebenarnya terjadi hampir di semua wilayah Indonesia. KDK mengelompokkan ada lima modus pendangkalan aqidah yang semakin gencar dilakukan kepada komunitas umat Islam. Pertama modus bantuan bencana seperti yang yang disampaikan sebelumnya. Kedua modus peralihan politik dan pemerintahan dalam Pilkada.

Ketiga modus NGO atau LSM asing, Keempat modus pendidikan, budaya dan pernikahan dan terbaru terakhir modus pengembangan kota mandiri dari beberapa pengembang di kota besar. Untuk di Aceh empat modus tadi sudah terjadi, sedangkan pendangkalan aqidah dengan pengembangan kota mandiri terjadi di beberapa kota besar. Contoh yang terdekat di Jabodetabek.

Ismail mengatakan, beberapa kota mandiri di wilayah Jabodetabek menyusupkan program pendangkalan aqidah dalam proyek bisnis mereka. Kota Mandiri ini diindikasi menimalisir fungsi masjid di sekitar kota mandiri ini, bahkan beberapa kasus coba menggusur masjid untuk pengembangan bisnis. Tapi dalam perencanaan ini, jelas dia, dimasukkan pembangunan rumah ibadah lain. (republika.co.id, 18/11/2013)

Print Friendly

Add This! Digg Google Yahoo! MyWeb reddit StumbleUpon Technorati

Baca juga :

  1. Pendangkalan Akidah ala SMK Grafika
  2. Waspadai Perusakan Akidah Berwajah Pluralisme
  3. Rusdi Ali Muhammad: Konflik di Aceh bukan Masalah Penodaan Agama
  4. Waspadai Upaya Pemurtadan Agama Berkedok Bantuan Gempa
  5. Ulama Aceh Minta Pemerintah Larang Terompet

Ungkap Kedhaliman Penguasa Lewat Video, Seorang Muallaf Kazakhstan Dipenjara 5 Tahun

natalia-Vatinkovu-300x160

Seorang muallaf wanita di Kazakhstan dijatuhi hukuman penjara 5 tahun, akibat rekaman videonya. Natalia Vatinkovu merekam pernyataannya dalam sebuah video sebagai bentuk protes terhadap penguasa dan pembelaan terhadap suaminya (Galiulina Rafis) yang dijatuhi hukuman 7 tahun penjara pada tahun 2010.

Dalam videonya, ibu tiga anak ini mengungkapkan bahwa atas hidayah Allah, dia dan suaminya yang sebelumnya beragama Kristen akhirnya memeluk Islam. Natalia juga mengungkapkan bagaimana perlakuan represif dari pemerintah Uzbekistan terhadap para pengemban dakwah. Penguasa juga melakukan tindakan yang tidak adil terhadap suami dan keluarganya.

” Rezim diktator menindas para pengemban dakwah di Kazakhstan, mereka  mengalami penyiksaan, denda, dan pemenjaraan yang mengakibatkan kecacatan dan tuduhan palsu, padahal mereka hanya menyatakan Laa Illaha illa Allah Muhamad Rasulullah” ungkapnya.

Pada Juli 2013, pengadilan setempat menjatuhi hukuman tahanan rumah pada Natalia. Pada 7 Oktober 2013 pengadilan memvonis 5 tahun penjara atasnya. Natalia dimasukkan ke penjara pada 12 Oktober 2013 dan harus meninggalkan tiga anaknya.

Suami Natalia, Galiulina Rafis dipenjara karena menjadi anggota Hizbut Tahrir di Kazakhstan. Pengadilan memvonis Galiulina atas dakwaan “menyebarkan selebaran yang menyerukan ekstrimisme”. [] kh

http://www.youtube.com/watch?v=cdeSmLuR–Q&feature=player_embedded

Print Friendly

Add This! Digg Google Yahoo! MyWeb reddit StumbleUpon Technorati

Baca juga :

  1. Bela Suami yang Memperjuangkan Khilafah, Ibu Tiga Anak Dipenjara 5 Tahun
  2. Lebih dari 30 Aktivis HT Dipenjara Hingga 20 Tahun di Kyrgyzstan, Gara-gara Ingin Merayakan Hari Raya
  3. Lima Tahun Penjara Untuk Ben Ali
  4. Untuk Menghentikan Dakwah Islam: 30 Pengemban Dakwah di Kazakhstan Akhirnya Dipenjarakan
  5. Seorang Mahasiswa AS Dihukum Karena Berusaha Menggorok Leher Seorang Supir Taksi Muslim di New York

Muslimah Inggris Kenapa Kami Memakai Hijab?

anak-muslimah-inggris

Menggunakan hijab, merupakan pilihan karena kepatuhan kepada agama Islam, hijabpun dianggap sebagai bentuk perlawanan terhadap mitos kecantikan ala Barat

Mengenakan hijab bagi muslimah sering kali dianggap sebagai bentuk pemaksaan bahkan cermin diskriminasi Islam terhadap wanita. Situs http://www.channel4.com(22/10), melaporkan fakta yang lain tentang itu. Sebagian besar muslimah Inggris, justru tidak pernah merasa terkekang dengan hijab.

Birmingham Coventry Road di Small Heath jalan di kawasan perbelanjaan yang terang, dan ramai. Tempat ini adalah tempat bagi komunitas Muslim terbesar . Disana anda dapat membeli segala sesuatu mulai dari samosa hingga salwar kameez.

Ketika melewati barang-barang yang berwarna-warni yang ditampilkan di jendela-jendela toko, sambil berusaha agar tidak kehujanan, kami bertemu dengan puluhan orang perempuan yang memakai pakaian serba hitam. Tubuh mereka terbungkus di balik gaun longgar dan syal yang menutupi seluruh wajah, selain celah kecil untuk mata.

Niqab begitu umum di sini sehingga hampir tidak ada orang yang merasa aneh sambil memandangi mereka. Jadi mengapa semakin banyak kaum perempuan muda yang memakainya?

Sering dianggap bahwa para gadis yang mengenakan niqab dipaksa memakainya oleh keluarga mereka. Tapi apakah itu benar?

Darshna Soni , mengawali laporannya dengan menceritakan hasil wawancaranya dengan  dengan Asma, yang usianya baru 13 tahun ketika dia mulai menutupi wajahnya.

“Keluarga saya benar-benar terkejut. Khususnya ibu saya. Mereka tidak bisa percaya bahwa saya ingin mulai memakai niqab.” Ibu Asma tidak memakai niqab. Bahkan, tidak ada seorang pun di keluarganya yang memakainya.

Dia mengatakan kepada saya bahwa dia bahkan tidak mengerti alasan mengapa niqab dipakai. “Saya pergi ke sekolah yang semua muridnya adalah gadis ‘, dimana semua gurunya adalah perempuan, jadi saya bahkan tidak perlu memakainya ketika itu.”

Jadi, mengapa dia memakainya? “Saya telah melihat teman saya di masjid setempat yang memakainya. Itu adalah sesuatu yang baru, sesuatu yang berbeda. Para gadis muda itu ingin menemukan cara untuk mengekspresikan diri mereka. Hal ini hampir seperti sebuah pemberontakan kaum remaja.”

Asma mengatakan bahwa sejak dia belajar mengenai ajaran agamanya dalam masalah kerudung, dia kemjudian memutuskan terus memakainya. “Pakaian ini memberi saya kedamaian, ketenangan spiritual.”

Tidak ada angka resmi tentang berapa banyak perempuan yang memakai niqab. Mayoritas Muslim Inggris berasal dari Asia Selatan, di mana jilbab tidak umum dipakai.

Identitas Muslimah

Penulis kemudian menemukan fakta banyak para gadis muda, seperti Asma, yang memakai niqab, meskipun ibu mereka tidak pernah memakainya. Sebagian adalah sebagai cara untuk menegaskan saat mereka merasa identitas muslim mereka diserang.

“Kami muak dengan semua orang di media yang membicarakan kaum tentang muslim . Padahal sebagai sebuah negara, bukankah kita punya masalah yang jauh lebih besar untuk dipikirkan? ”

Lain lagi cerita Zena baru saja menyelesaikan pendidikannya di universitas . Dia menceritakan banyak siswa, yang tinggal jauh dari rumah mengeksplorasi sisi politik agama mereka.Dia  mengatakan hijab merupakan penolakan terhadap impian akan kecantikan ala Barat.

“Tentunya lebih baik untuk tidak memakai pakaian yang minim, untuk menjaga kesopanan anda? Saya tidak yakin masalah apa yang sebenarnya diributkan. Saya merasa lebih tidak nyaman jika melihat seseorang berjalan menyusuri jalan dengan pakaian yang seba minim, tanpa rasa malu, daripada seseorang yang menutupi tubuhnya dengan pakaian ekstra.”

Temannya Seema setuju hal itu. “Lihatlah apa yang terjadi baru-baru ini dengan Miley Cyrus. Dia mulai berperan di film Hannah Montana hingga akhirnya melakukan ‘twerking’. Apakah dia adalah model yang kami inginkan bagi putri-putri kami? Atau apakah kami ingin agar mereka menutupi tubuhnya? ”

Beberapa wanita yang berbicara dengan saya mengatakan mereka merasa lebih berdaya ketika memakai niqab. Mereka tidak ingin berpakaian seperti yang disuruh di majalah-majalah fashion.

Tapi bagi banyak kaum non-Muslim (dan sebagian Muslim), ide bahwa kaum perempuan harus menyembunyikan diri di bawah penutup wajah tidaklah pas dengan pemahaman tentang kesetaraan gender.

Niqab telah datang mewakili perdebatan lebih luas tentang masalah integrasi dan nilai-nilai Inggris. Dalam suatu kasus terakhir,  setelah seorang terdakwa menolak untuk melepaskan niqab di dalam ruang sidang, seorang hakim bertanya apakah niqab cocok dengan prinsip-prinsip keadilan yang terbuka Pada akhirnya, kompromi tercapai. Wanita itu akan diizinkan untuk memakainya selama persidangan, namun tidak boleh memakainya ketika dia mengajukan bukti.

‘Ekstremis’

“Orang-orang tidak mengerti niqab, sehingga mereka pikir semua orang yang memakainya adalah seorang ekstrimis. Mereka pikir hal itu tidak wajib dalam Islam sehingga tidak bisa mengerti mengapa kami memilih untuk memakainya.”

Mirina Paananen sedang belajar di universitas untuk menjadi seorang ulama perempuan – satu dari sedikit perempuan di bidang ini. Dia adalah seorang lulusan Cambridge dan berkulit putih, Kristen adlah seorang mualaf.

Banyak mualaf perempuan yang berjilbab, sebagai cara mengidentifikasi secara visual dengan komunitas dimana mereka bergabung. “Bagi saya, ini adalah bagian dari Islam. Orang-orang mengatakan mengangkat isu kesetaraan, namun kami harus menerima ada perbedaan antara kaum laki dan perempuan. Tidak ada yang salah dengan hal ini.”

Ketika ditanya nasehat Mirina Paananen  kepada para muslimah itu? “Saya selalu mengatakan agar mereka berpikir dengan sangat hati-hati. Hal ini adalah keputusan besar untuk pergi keluar rumah dengan wajah anda yang tertutup, dibutuhkan banyak keberanian. Namun begitu anda memakainya, pahalanya sangat besar.” (mediaumat.com, 18/11/2013)

Print Friendly

Add This! Digg Google Yahoo! MyWeb reddit StumbleUpon Technorati

Baca juga :

  1. 17 Rumah Sakit di Inggris Larang Karyawan Muslimah Memakai Hijab
  2. Kaum Muslim Swiss Sambut Baik Penghapusan Larangan Memakai Hijab di Sekolah-sekolah
  3. Lagi, Muslimah Diperlakukan Hina Karena Memakai Niqab ,”Kami Akan Tunjukkan hal Yang Lebih Buruk dari Guantanamo”
  4. Menteri Imigrasi Perancis: Siapapun Yang Memakai Hijab Harus Kehilangan Hak Kewarganegaraannya
  5. Perancis Mengklaim Kebebasan, Namun Memerangi Hijab

Rahasia Diamnya Barat Atas Kejahatan Rezim Kudeta di Mesir

Hatim-Azzam-300x226

Ir. Hatim Azzam, Wakil Ketua Partai Wasat, dan mantan anggota Parlemen Mesir mengungkapkan bahwa masyarakat internasional memutuskan untuk menutup mata atas kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh otoritas di Mesir saat ini sampai Maret mendatang.

Azzam mengatakan dalam sebuah wawancara yang ditayangkan oleh Channel TV Aljazeera: “Ada krisis internasional yang tengah dialami oleh Mesir. Dan saya adalah seorang anggota delegasi diplomasi rakyat Mesir anti-kudeta yang telah mengunjungi empat ibukota Eropa terpenting. Kami telah menemui para pejabat mereka untuk menjelaskan kepada mereka tentang kepalsuan rezim kudeta.”

Dari kunjungan tersebut, kami menyimpulkan bahwa “masyarakat internasional sepertinya menutup mata terhadap kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan di Mesir sampai Maret mendatang. Dan setelah itu mereka tidak akan bisa lagi untuk membenarkan kejahatan ini.” Azzam menjelaskan bahwa kesimpulan ini didapat dari pernyataan sejumlah pejabat yang disampaikan secara pribadi.

Azzam menyakinkan pendapatnya bahwa setelah dua hari kembalinya mereka(delegasi diplomasi rakyat) dari Rusia, Nabil Fahmi Menteri Luar Negeri Pemerintah Beblawi yang didukung militer mengumumkan bahwa pemilihan parlemen akan berlangsung pada bulan Februari atau Maret mendatang. Sehingga seolah-olah Konstitusi telah disetujui, dan telah memilih “ya”. Azzam menegaskan bahwa fakta tersebut adalah bukti terbesar atas operasi penipuan ini (islammemo.cc, 15/11/2013).

Print Friendly

Add This! Digg Google Yahoo! MyWeb reddit StumbleUpon Technorati

Baca juga :

  1. Rezim Kudeta Dukungan Barat Berusaha Larang Partai Politik Berdasarkan Agama di Mesir
  2. Hizbut Tahrir Mengawali Aksi Protes di Depan Kedubes Mesir Mengutuk Keras Pembantaian Terhadap Kaum Muslim dan Diamnya Penguasa Arab
  3. Penjara Rahasia AS Menyebar di 66 Negara Termasuk Mesir dan Yordania
  4. Nasehat Hizbut Tahrir Mesir Atas Kelompok-kelompok Islam Yang Terlibat Dengan Rezim
  5. Rezim Kudeta Mempercepat Kejatuhannya Sendiri Dengan Rencana Untuk Membombardir Gaza, Bukan Yahudi!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 304 other followers