Mengapa Dakwah HTI Aman-Aman Saja ??

1069887_10151489639300658_130238528_n

“Dulu saat saya aktif di NII suasana yang ada seolah-olah menakutkan jika dakwah terang-terangan menyerukan dan mengajak ke Negara Islam Indonesia( NII ) maka dakwah harus secara sembunyi-sembunyi. Tapi, anehnya kenapa dakwah HTI menuju tegaknya daulah khilafah Islamiyah koq aman-aman saja? Ada apakah gerangan?”, demikian pertanyaan salah satu peserta Silaturahmi Akbar HTI bersama ulama yang digelar di gedung Antara, Jakarta(24/09).

Sambil tersenyum Jubir HTI, Muhammad Ismail Yusanto menjawab,” kita ini kadang-kadang aneh, saat kondisi aman kita malah curiga koq dakwah aman-aman saja. Tapi, kalo suasana dakwah tidak aman malah kita mengharap dakwah dalam kondisi aman”.

“Alhamdulillah dakwah HT di Indonesia aman. Namun, berbeda dengan kondisi dakwah HT di Pakistan, banyak syabab HT yang ditangkap bahkan jubir HT Pakistan, Naveed Buut sampai saat ini belum diketahui nasibnya. Saat Muktamar Ulama Nasional (MUN) di Jakarta tahun 2009, sepulang menghadiri acara tersebut, delegasi HT Turki langsung dijemput di bandara dan dijebloskan ke Penjara. Juru Bicara HT Bangladesh, Prof. Muhi Uddin sampai saat ini masih dipenjara. Bahkan yang lebih ekstrim lagi nasib yang dialami syabab HT Uzbekistan( ribuan syabab HT Uzbekistan dipenjara dan disiksa oleh rezim). Dan banyak lagi kesengsaraan yang dialami syabab HT di negeri-negeri lainnya”, terang Ismail.

Ketua Umum HTI, Rokhmat S Labib menambahkan,” HT melakukan tahap dakwah mencontoh sebagaimana dakwah yang dilakukan oleh Rosul SAW. Tahapan dakwah menyeru umat secara terang-terangan saat ini merupakan tahapan yang sesuai sunnah. Tentang suasana dakwah saat ini yang aman, justru seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menyeru umat akan kewajiban mereka menegakkan syariah dan khilafah. Jangan sampai menunggu situasi dakwah menjadi tidak aman, meskipun kita tidak perlu takut jika dakwah dihalangi”.

Labib pun menjelaskan bahwa dakwah saat ini seperti memasuki pinti rumah yang terbuka. Maka kaum muslimin harus memanfaatkan sebaik mungkin suasana ini sebelum pintu tersebut tertutup.

Dakwah dalam kondisi sangat sulit sudah sering dialami oleh para syabab HT hampir di seluruh negeri tempat HT membuka cabangnya. Sebagaimana kisah syabab HT di Uzbekistan yang diaduk-aduk otaknya oleh tongkat setelah kepalanya dikelupas. Dan banyak lagi kisah-kisah lainnya. Semoga Alloh SWT meneguhkan para pejuang syariah dan khilafah dimanapun berada.[syababindonesia/visimuslim.com]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s